6/24/2011

Keluh Kesah

Sering kali bahkan tanpa kita sadar kata-kata "Aah..", "Aduh", "Sayang sekali", "Kenapa yah?", "Koq aku dapet masalah terus?", dan kalimat-kalimat lainnya yang terkesan "Keluhan" keluar dari bibir kita. Kata-kata ringan tapi punya makna belum bisa menerima apa setulus hati apa yang sedang dialaminya, entah itu ujian dalam bentuk musibah besar atau yang kecil sekalipun. 

Satu ketika seorang sahabat bertutur, "Kenapa yah koq akhir-akhir ini berbagai musibah menimpaku? Ditambah lagi teman-teman mulai kurang perhatian padaku dan aduh aku jadi tidak dipercaya. Ada yang bilang kurang perhatianlah, nggak adillah, inilah itulah. Aku jadi bingung. Padahal aku sudah berusaha berbuat apa yang aku bisa. Aku jadi sedih. Kenapa semua berakhir seperti ini?"
Seseorang yang mulanya berniatan mulia, ketika mendapat tekanan-tekanan dari sekelilingnya bisa saja mengeluarkan penuturan seperti di atas. Di satu sisi dia ikhlas menerima apa yang sedang dialaminya, tapi disisi lain ada bisikan-bisikan yang membuatnya menyesali keadaan. 

Keluh kesah yang terpancar lebih disebabkan karena mengikuti dorongan hawa nafsu, tidak mampu menahan rasa pedih atau emosi batin, kurang bersyukur terhadap nikmat yang begitu banyak dibandingkan bencana yang baru menimpa, atau karena kelemahan iman terhadap qadha dan qadar, sehingga tidak memahami hikmah dibalik bencana tersebut. 

Kenapa sih mesti ada musibah? Musibah itu adalah sarana ujian atas prestasi keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang paling besar mendapat ujiannya adalah para nabi, kemudian para syuhada, kemudian orang-orang setingkat dengannya." Disamping itu, musibah merupakan sarana untuk mengukur kebenaran iman. Alloh menurunkan musibah agar kita benar-benar bisa mengukur apakah benar kita beriman atau tidak? atau bisa jadi musibah diturunkan sebagai azab atas kemaksiatan dan kekufuran agar kita menjadi jera. Bukankah diturunkannya azab di dunia lebih baik dari pada di akhirat kelak? Agar kita lebih dulu menyadari kesalahan dan dosa-dosa kita. Subhanalloh betapa cintanya Alloh pada orang-orang yang mendapat musibah dan berhasil memupuk kesabaran atas dirinya. Alloh berfirman dalam surat Ar-Rum:41, "Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar." 

Kunci utama dari pemecahan masalah ini adalah sabar, yaitu menahan diri dari keluh kesah, amarah, apalagi dari harapan mendapat belas kasihan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Sabar itu tatkala menghadapi ujian musibah yang pertama." Karena pada saat-saat itulah Alloh menguji iman seseorang, apakah dia berhasil melawannya dengan mengembalikan segala urusannya pada Alloh dan memendam emosinya dalam-dalam, atau malah semakin larut dalam duka yang berkepanjangan hingga selalu merasa gelisah. 

Apakah bersabar dengan memendam emosi dapat menyelesaikan masalah? Tentu saja belum. Setidaknya dengan memendam emosi, ada perasaan tenang di hati kita. Ketika perasaan tentram itu datang, akan ringanlah bagi kita untuk berpikir jernih. Ketika ujian kesabaran telah kita lewati, selanjutnya kita harus mencek dan ricek kembali apa hakikat dari musibah-musibah yang telah kita alami.
Mari kita telaah setiap permasalahan / musibah yang sedang kita hadapi, agar kita terbebas dari penyakit keluh kesah, dengan:
  • Menjauhi semua penyebab timbulnya penyakit keluh kesah.
  • Mempelajari akibatnya.
  • Memahami makna sabar dan seluruh manfaatnya.
  • Meyakini bahwa cobaan adalah takdir dari Alloh yang terbaik bagi kita, dan kelak akan terbukti hikmahnya.
  • Menahan emosi semaksimal mungkin sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif terhadap tindakan fisik.
  • Jika masih ada rasa kesal, segera beranjak dari tempat duduk, ambil air wudhu dan baca istighfar sebanyak 3 kali.
  • Berdoa, "Ya Alloh, selamatkanlah aku dalam musibahku ini, dan semoga engkau menggantinya dengan sesatu yang lebih baik daripada ini."
  • Selalu bersyukur akan nikmat yang diterima.
Bagaimanapun musibah menuntun kita kejalan yang lebih baik dan lewat musibahlah Alloh mengabulkan do'a yang sering kita panjatkan, "Ya Alloh, tuntunlah kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi." Agar kita tergolong orang-orang yang beruntung dikehidupan mendatang. Semoga kita bisa mengganti kata Aduh, Sayang Sekali, Kenapa Yah? dengan kata-kata yang lebih punya makna seperti "Masya Alloh", "Astaghfirullah", dan kata-kata lain yang lebih bisa menentramkan hati kita. Wallahu a'lam bishawab.

From : Qudwah, bahan bacaan: Penyakit Hati, Uwes Al-Qorni

6/20/2011

Permainan Ibu Guru Untuk Muridnya (Perang Pemikiran)

Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat. 

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"

"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Bu Guru ada Al-Qur'an, Bu Guru akan meletakkannya di atas bangku kecil ditengah karpet. Al-Qur'an itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Al-Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Al-Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."

"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

***

Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya: "Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu." (9:32).

Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.
Maka tampak dari luar masih Muslim, padahal internal dalam jiwa ummat, khususnya generasi muda sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan. WaLlahu a'lamu bishshawab.

Oleh :  H.Muh.Nur Abdurrahman
sumber : Kolom Tetap Harian Fajar

6/18/2011

Adil Saja Tidak Cukup

Untuk apa anda bekerja? Itu pertanyaan yang terkadang sulit untuk dijawab, karena banyak faktor yang menyebabkan orang untuk meredefinisi dan mencari argumentasi setiap jawaban yang bakal keluar dari mulutnya, atau setidaknya hinggap dibenaknya. Banyak hal yang melatarbelakangi niat seseorang dalam bekerja, jika mengikuti teori Maslow, mulai dari kebutuhan terendah seperti makan (dan kebutuhan fisiologis lainnya), status sosial sampai kebutuhan untuk aktualisasi diri. Dan seringkali jawaban-jawaban yang keluar atas pertanyaan tadi, adalah realita yang melatarbelakangi kualitas pekerjaan seseorang.

Saya pernah ditanya, kenapa senang sekali berpindah-pindah tempat kerja. Awalnya saya juga pernah dibuat bingung oleh orang yang senang sekali berganti pekerjaan. Namun seiring perjalanan waktu, penglihatan dan apalagi langsung mengalami, saya jadi tak perlu bertanya-tanya lagi. Dan kepada yang bertanya kepada saya, saya hanya bertanya balik, kenapa Anda betah berlama-lama bekerja di satu tempat? Saya yakin, jawaban saya dan dia, akan ada garis biru yang menghubungkan kesamaannya.

Orang yang bekerja sekedar untuk mencari makan akan selalu berorientasi pada seberapa banyak yang bisa didapat dan seberapa banyak pula tenaga dan pikiran yang harus diberikan. Jika sedikit bayarannya, maka sedikit pula yang dilakukan. Hal ini menjadi wajar karena tidak sedikit pula perusahaan yang mengukur prestasi dan menilai kinerja karyawannya dengan materi, sehingga secara tidak langsung membudayakan kerja berdasarkan materi.

Namun satu hal yang patut direnungkan oleh setiap perusahaan, ini akibat dari bentuk kapitalisme yang membudaya, bahwa kepada yang membayar lebih tinggi, kepada merekalah seseorang akan memberikan loyalitasnya. Dan ini mesti menjadi pelajaran kenapa banyak orang kemudian beralih dan menggeser tempat duduknya dari satu gedung ke gedung lainnya.

Oleh karenanya, prinsip the right man on the right place saja tidak cukup, mesti ditambah in the right time. Seseorang yang profesional akan merasa bukan waktunya lagi berada di tempat yang meski tepat, tetapi ruang dan kesempatannya untuk mengaktualisasikan dirinya semakin sempit. Bisa jadi ia masih dibutuhkan ditempatnya bekerja karena mungkin sangat jarang menemukan SDM bermutu sepertinya, tetapi jika kemudian ia merasa mendapatkan kesempatan dan ruang baru baginya untuk lebih banyak berbuat, itulah yang dicarinya. Dan biasanya, jika sudah demikian, orang-orang seperti ini tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas yang datang. Baginya, kesempatan seringkali tidak datang dua kali.

Lain halnya dengan orang-orang yang bekerja berlatarbelakang materi, jika tak sesuai materi yang didapat, maka pilihannya cuma dua, keluar dari perusahaan atau bekerja dibawah standard. Kalaupun akhirnya dia pindah dan mendapat pekerjaan baru, jika tak merubah cara pandangnya terhadap pekerjaan yang juga merupakan amanah, maka tak heran jika di tengah jalan, orang-orang seperti ini akan melemah kembali, dan bekerja pun kembali seusai dengan typenya, tergantung bayaran.

Orang yang bekerja dibawah standard dari yang seharusnya dikerjakan, padahal ia digaji dengan standard yang sudah disesuaikan dengan apa yang menjadi kewajibannya, adalah orang yang zhalim. Dan semestinya, seorang mukmin tidak memiliki mental dan karakter demikian.

Bahkan adil saja tidak cukup. Orang yang bekerja sesuai dengan standard dan memenuhi semua kewajibannya, adalah orang yang bersikap adil. Dan ia tidak berdosa dengan keadilan yang sudah dipenuhinya. Namun saat ini, ada trend baru orang-orang dalam bekerja, yakni bekerja lebih dari waktu, standard dan kewajiban yang semestinya dilakukan. Yang demikian, sungguh telah berbuat Ihsan.

Aktualisasi diri, tingkatan tertinggi kebutuhan hidup manusia menurut Maslow, dalam kamus Islam adalah Ihsan. Tak mempedulikan berapa banyak ia dibayar, tetapi karena ia memandang pekerjaan sebagai satu bentuk dari ibadah dan penghambaan kepada Allah, maka seperti halnya ibadah-ibadah yang lain, maka dalam bekerja pun orientasinya tidak materi semata. Baginya pekerjaan adalah amanah dan ia mesti memelihara amanah tersebut sebaik-baiknya, bahkan meski untuk melakukan amanah tersebut, sedikit apresiasi yang didapatnya. Tidak ada kamus kecewa, karena baginya, selesai melaksanakan kewajibannya dan bahkan lebih baik dari target waktu dan standard semestinya adalah kepuasan tersendiri.

Kepada Rasulullah, Jibril pernah bertanya tentang Ihsan, dan Rasulullah mengatakan, “... Kamu beribadah kepada Allah seolah kamu melihat Allah, walaupun kamu tidak bisa melihat Allah, sesungguhnya Allah melihat kamu”. Orang-orang yang berbuat Ihsan, tidak mempedulikan atasannya melihat atau tidak pekerjaannya, karena ia teramat yakin dengan ketentuan Allah tentang balasan berbuat Ihsan. Jika bukan manusia yang memberikan apresiasi karena tak mengetahui pekerjaannya, Allah-lah yang akan memberikan penghargaan. Adakah yang lebih baik dari penghargaan Allah? Wallaahu ‘a’lam bishshowaab.

From : Bayu Gaw

6/17/2011

Antara Proaktif dan Reaktif

Sifat proaktif dan reaktif merupakan dua sifat yang saling bertentangan. Dalam "7th Habits of Highly Effective People" Stephen R.Covey, menjadikan sikap proaktif sebagai habit/kebiasaan pertama yang harus dimiliki setiap orang.

Sikap proaktif artinya sikap yang selalu melihat ke depan. Proaktif bukan hanya sekedar aktif, namun mampu melihat ke depan dan berpikir apa yang bisa ia lakukan. Sikap ini jelas dibutuhkan sebagai pendukung visi/cita-cita yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, proaktif artinya memiliki action!

Reaktif adalah sikap seseorang yang bereaksi negatif terhadap lingkungannya. Mereka berasumsi kalau ia adalah korban dari lingkungan sekitar. Korban dari keluarga, teman, sekolah/universitas, tempat kerja, dsb. Mengetahui bahwa ia adalah korban lingkungan, ia pun mengambil langkah reaktif, yaitu tidak berbuat apa-apa dan hanya mengeluh saja. Mereka yang reaktif membiarkan lingkungan menyetir mereka.

Padahal, manusia memiliki kemampuan untuk dapat mengubah kondisi sekitar kita. Ada hal-hal yang mampu kita ubah dan ada juga yang belum bisa. Tidak ada yang tidak bisa kita ubah, hanya saja kadangkala hal tersebut saat ini BELUM bisa diubah. Namun dengan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa kita ubah dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mengubahnya, itulah sikap proaktif. Lingkungan seharusnya tidak menyetir kita, karena setiap orang mampu untuk menyetir lingkungannya. Orang-orang proaktif sadar betul kemampuan untuk bisa mengubah hal-hal yang masih negatif menjadi positif. Namun mereka juga sadar ada batas-batas dalam mengubah hal-hal negatif tersebut.

Proaktif juga percaya bahwa rintangan itu bukan hambatan. Rumusnya adalah rintangan=tantangan yang pasti memiliki solusi. Proaktif membentuk rule of the game, bukannya mengikuti rule tersebut. Proaktif mendobrak sistem yang kaku dan sudah tidak sesuai lagi. Memang terkesan radikal, namun seperti yang ditulis dalam paragraf di atas, orang yang proaktif sadar apa yang bisa dan belum bisa mereka ubah.

Mengubah keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan sekitar kita bukan pekerjaan mudah. Tapi yang pasti, mengubah diri kita adalah hal yang paling mudah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sikap kita yang masih sering reaktif menjadi proaktif. Dari sanalah, kita mampu melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk terus menyempurnakan diri kita dan bukan tak mungkin, kita mampu mengubah lingkungan kita ke arah yang lebih baik.

Dengan sikap proaktif, seorang Einstein lahir. Meskipun ia sering mendapat ejekan karena temuannya yang dianggap tidak benar, ia tetap percaya pada dirinya. Ia tidak menjadi orang reaktif yang menyerah pada lingkungan, namun ia mau mengubah lingkungannya ke arah yang lebih baik. Masih banyak lagi orang-orang yang mampu mengubah dirinya sendiri dan orang lain dengan sikap proaktif ini. Sebagai manusia yang dilahirkan sama, kita pun wajib menjadi pribadi yang proaktif.

6/16/2011

Harimau dan Serigala

Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau besar berbulu coklat keemasan. Luka yang diderita serigala, terjadi ketika ia beusaha menolong harimau yang dikejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah terbidik mengenai kaki belakangnya.
Kini, hewan bermata liar itu tak bisa lagi berburu. Ia tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk. Sang harimau pun tahu bagaimana balas budi. Setiap selesai berburu, dimulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walau sedikit,sang serigala selalu dapat bagian. Sang harimau paham bahwa tanpa bantuan kawan, ia pasti sudah mati terpanah. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lain. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.
Rupanya, peristiwa itu telah sampai ke telinga seorang pertapa. Ia dan beberapa muridnya ingin melihat dan mengambil pelajaran.
Di pagi hari, berangkatlah mereka. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua,tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan,sang harimau baru saja pulang dari berburu,dan sedang memberikan sepotong daging kepada serigala. “Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana?” Tanya pertapa ke murid-muridnya. Seorang murid menjawab, “ Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya lewat berbagai cara.”
Sang pertapa tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya,”Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapatkan makanan.” Ia menanti jawaban dari gurunya. “Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan. Tapi, berhentilah berharap menjadi serigala dan mulailah berlaku seperti harimau.”
Adalah benar bahwa Tuhan menciptakan ikan buat umat manusia. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin ? saya percaya, ikan –ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan.
Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. memang tak salah jika di sana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang Tuhan. Namun, ada satu hal kecil yang patut di ingat bahwa : Berbagi, menolong, membantu, sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita.
Bukan karena hal itu suatu keterpaksaan, bukan pula karena didorong rasa kasihan dan ingin membalas budi. Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Di sana akan ditemukan niali-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab di sana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayam keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu.
Saudaraku, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh,dan mulailah meniru teladan harimau.

Oleh : Irfan Toni Herlambang

6/15/2011

Bosan Hidup

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."
Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.
Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.
"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."
"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Begitu rileks, begitu santai!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.
Suasananya santai banget!
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu."
Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.
Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.
Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.
Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.
Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!
Hidup?
Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?. Tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati

Oleh : Soulfoul - Mulyandi, Soeng

6/14/2011

Motivasi (bag.1)

Apa sebenarnya motivasi itu? Kata motivasi berasal dari akar kata "motive" atau "motiwum" yang berarti 'a moving cause' yang berhubungan dengan 'inner drive, impulse, intension'. Kata "motive" atau "motif" ini bila berkembang menjadi motivasi, artinya menjadi 'sedang digerakkan atau telah digerakkan oleh sesuatu, dan apa yang menggerakkan itu terwujud dalam tindakan'.
Menyoroti istilah motivasi dari sumber yang memberikan dorongan, maka dapat ditemukan bahwa sumber dorongan itu bisa datang dari dalam atau dari sesuatu yang menggerakkan keinginan dari luar. Sumber penggerak motivasi yang berasal dari dalam cenderung beranjak dari kebiasaan individu (yang telah berkembang secara kompleks), sedangkan motivasi yang sumber penggeraknya datang dari luar selalu disertai oleh persetujuan, kemauan, dan kehendak individu.
Dilihat dari segi etika, motif didefinisikan sebagai pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang menjadi penyebab seseorang melakukan suatu tindakan. Motivasi di sini berarti dorongan yang menggerakkan serta mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan apa yang dikehendakinya, tertuju kepada tujuan yang diinginkannya.
Dengan demikian, motivasi ialah kekuatan yang mendorong untuk bertindak atau dorongan oleh kekuatan dari dalam ataupun dari luar (yang dilakukan dengan mendorong atau menarik). Motivasi jelas datang dari pelbagai macam sumber. Motivasi dapat digerakkan oleh kebutuhan (yang kompleks) seseorang, ataupun dorongan dari seorang motivator yang memberi pengaruh motivasi kepada orang lain.

SUMBER MOTIVASI BAGI KETERLIBATAN DALAM TUGAS
Seorang pemimpin dapat melibatkan orang-orang yang dipimpinnya dengan menciptakan kondisi yang mendorong motivasi para karyawan.
  1. Motivasi dapat dikembangkan dengan menemukan kebutuhan (bawahan) yang bersifat fisik, keamanan, mental, psikologi, sosial, dan ekonomi dalam lingkungan kerja dan menciptakan kondisi bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Faktor kebutuhan dapat menjadi motivasi yang mampu mendorong para bawahan untuk bekerja.
  2. Motivasi dapat dikembangkan dengan menciptakan suatu keinginan untuk bekerja keras/giat, berprestasi dan sukses. Keinginan untuk bekerja keras, berprestasi, dan sukses dapat didorong dengan memberikan tantangan sugestif yang memberi motivasi untuk bertindak.
To be Continue,,,,,

From : ^_^

6/12/2011

Aneka kado ini tidak ada ditoko

Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah yang tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti  memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi!!!

Oleh : ^_^

6/11/2011

Keragu Raguan

Ragu adalah “Pikiran yang terpecah” sebagai lawan dari percaya yang disebut juga “pikiran yang bulat”. Pikiran yang pecah, mengarah pada kebingungan, dan kemudian berubah menjadi ketidakyakinan bahwa kita bisa sukses. Sebaliknya, “pikiran yang bulat” mengarah pada kejernihan berpikir, akan menguatkan kepercayaan kita untuk sukses.

Saya ingin menunjukkan kepada sahabat bagaimana cara mengembangkan pengertian “pikiran yang bulat” sehingga keyakinan akan tetap teguh.

Sahabat usahakan sedapat mungkin untuk menghindari PARA PENCUCI IMPIAN (DREAM STEALERS), yaitu mereka yang menginfus pikiran pikiran negatif, Sebaliknya, cobalah untuk selalu berinteraksi dengan mereka yang berfikir positif dan sudah sukses. Lawan dari keraguan adalah PERCAYA atau YAKIN.
Di sini ada beberapa cara untuk memperdalam kepercayaan dan keyakinan kita.
  • Tingkatkan dan perdalam pengetahuan kita secara terus menerus dan menyeluruh. Karena Tingkat kepercayaan kita akan sebanding dengan tingkat pengetahuan yang kita miliki
  • Banyak belajar dan bertanya kepada orang orang yang berfikir positif sehingga dapat meningkatkan ratio kesuksesan kita.
  • Bergabunglah dengan orang yang berfikir sukses, karena kesuksesan mereka akan menular.
  • Jangan mendekati para “pencuci impian”, yaitu mereka  yang ingin kita tetap dalam keadaan “rata rata” seperti mereka sendiri.
Salam Sukses.

Oleh : Pak Awiek

6/10/2011

Senyuman

Senyuman tidak merugikan kita apa-apa tetapi memberikan sesuatu yang luar biasa. Senyuman
memperkaya orang yang menerima, tanpa menjadikan orang yang memberikannya lebih miskin.
Senyuman hanya memerlukan waktu sebentar, namun ingatan akan senyuman kadang tinggal
selamanya. Tak seorangpun yang begitu kaya atau kuat tidak bisa melakukannya dan tak seorangpun
yang begitu miskin sehingga tidak bisa diperkaya olehnya.
Senyuman menciptakan kebahagiaan di rumah, memupuk kemauan baik dalam bisnis dan merupakan simbol persahabatan.Senyuman membuat orang yang lelah merasa santai, menguatkan orang yang putus asa, memberikan kehangatan kepada orang yang sedih, dan merupakan obat alam untuk orang yang bermasalah.
Tapi senyuman tidak bisa dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri; karena senyuman adalah sesuatu yang
tidak berharga bagi siapapun kecuali jika senyuman itu diberikan kepadanya.
Ada orang yang terlalu lelah untuk memberikan senyuman. Berilah mereka senyumanmu, karena tak
seorangpun yang sangat memerlukan senyuman seperti halnya orang yang tidak punya apa-apa
untuk diberikan.

Kita Tidak Miskin

"Apakah kemiskinan itu, Bu? Anak-anak di taman bilang kita miskin. Benarkah itu, Bu?"
"Tidak, kita tidak miskin, Aiko"
"Apakah kemiskinan itu?"
"Miskin berarti tidak mempunyai sesuatu apapun untuk diberikan kepada orang lain."
"Oh? Tapi kita memerlukan semua barang yang kita punyai, apakah yang dapat kita berikan?"
"Kau ingatkah perempuan pedagang keliling yang ke sini minggu lalu? Kita memberinya sebagian dari makanan kita kepadanya. Karena ia tidak mendapat tempat menginap kota, ia kembali ke sini dan kita memberinya tempat tidur."
"Kita menjadi bersempit-sempitan"
"Dan kita sering memberikan sebagian dari sayuran kita kepada keluarga Watari, bukan?"
"Ibulah yang memberinya. Hanya saya sendiri yang miskin. Saya tak punya apa-apa untuk saya
berikan kepada orang lain."
"Oh, kau punya. Setiap orang mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang lain. Pikirkanlah hal
itu dan kau akan menemukan sesuatu."
"Bu! Saya mempunyai sesuatu untuk saya berikan. Saya dapat memberikan cerita-cerita saya kepada
teman-teman saya. Saya dapat memberikan kepada mereka cerita-cerita dongeng yang saya dengar
dan baca di sekolah. Juga cerita-cerita Alkitab dari Sekolah Minggu."
"Tentu! Kau pintar bercerita. Bapakmu juga. Setiap orang senang mendengar cerita."
"Saya akan memberikan cerita kepada mereka, sekarang ini juga!"
Nampaknya yang perlu ditanyakan bukanlah "Apakah saya punya?", karena kita pasti mempunyai
sesuatu. Melainkan "Apakah yang saya punya?" yang bisa diberikan -waktu, perhatian, cerita, tenaga,
makanan, tumpangan, uang, ...
Pertanyaannya bukanlah "Seberapa saya punya?", karena kekayaan sejati lebih ditentukan oleh

oleh : ^_^

6/09/2011

Selalu Mengusahakan Yang Terbaik

  1. TAHAP DASAR
    Tahap ini adalah tahap dimana Anda meletakkan fondasi untuk membangun usaha Anda. Ini adalah periode dimana Anda mendapatkan pelatihan, mengumpulkan pengetahuan dan menentukan rencana untuk usaha Anda. Melalui tahap ini Anda mulai merencanakan seperti apa organisasi apa yang hendak Anda bangun.
  2. TAHAP KONSENTRASI
    Anda akan melalui tahap ini selama enam bulan sampai satu tahun, dengan berkonsentrasi pada usaha keras Anda. Pada tahap ini, seakan akan perkembangannya terasa sangat lambat.
  3. TAHAP “DAYA GERAK”
    Tahap ini adalah tahap perkembangan kepemimpinan, baik bagi Anda sendiri maupun pemimpin pemimpin yang Anda bina di dalam usaha Anda. Dan akhirnya, Anda dapat melihat hasil yang nyata dari jerih payah Anda. Biasanya tahap ini berlangsung dari dua sampai lima tahun, tergantung dari besarnya kesungguhan yang Anda tunjukkan untuk membantu mengembangkan usaha mereka.
  4. TAHAP STABIL
     Bila Anda dapat mencapai tahap ini, maka inilah saatnya Anda akan menemukan hadiah maksimal Anda, berkat usaha keras yang terfokus dan konsistensi Anda. Kebebasan finansial telah Anda capai, dimana gaya hidup dapat Anda temukan sendiri. Selain itu Anda telah menyiapkan pemimpin pemimpin pada tempatnya sehingga organisasi Anda dapat berjalan dengan sendirinya, berkembang dan menghasilkan pendapatan.

"APA YANG ANDA TANAM SEKARANG, AKAN ANDA TUAI NANTI"

Ada pepatah umum yang mengatakan bahwa kita akan “Menuai apa yang telah kita tabur”. Jika kita menabur benih benih kerja keras sebanyak banyaknya, maka kita akan menuai keberhasilan hidup yang kita dambakan.



 Oleh : Pak Awiek

6/08/2011

TV Online (tahap ujicoba)

KONSEP MEMBUAT USAHA

A.    MENYUSUN STRATEGI
Strategi merupakan langkah, taktik atau tindakan yang harus ada dalam sebuah usaha. Suatu usaha yang ingin bersaing, tentunya usaha itu harus memiliki sebuah managemen yang bagus, baik, operasi yang lebih baik terutama terhadap pelayanan, kemudian memiliki produk yang berkualitas tinggi dan baik dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat, komunikasi dan informasi yang jelas.

B.     IDENTIFIKASI KAPABILITAS
Kapabilitas utama itu mencakup: kapasitas penelitian/inovasi, perencanaan dan control financial, kapabilitas sumber daya manusia, keahlian pemasaran dan administrasi, pengetahuan tentang produk dan keahlian dalam pelayanan.

C.     IDENTIFIKASI PENGARUH EKSTERNAL
Yang berupa faktor ekonomi, faktor teknologi lingkungan, kecenderungan supplier dan demografi dan yang lebih penting adalah menemukan area kelemahan kita.

D.    ANALISA POSISI TERHADAP COMPETITOR
Mencari informasi yang jelas tentang pasar, kemudian ukurlah posisi usaha. Untuk mengukur dan menganalisa posisi competitor, kita harus mengenal tentang: Keunggulan produk kita, Harganya, Ketersediaan, Pelayanan kepada pelanggan, kebijakan untuk perkembangan berkesinambungan dan kondisi pasar.

E.     BEDA DENGAN YANG LAIN
Artinya kita punya produk, metode, ide yang berbeda dengan competitor. Semisal punya Lembaga Pendidikan Komputer yang rata rata hanya Program Microsoft Offce, kita harus beda Yaitu program program yang siap kerja atau Program yang bisa membuat /mendirikan usaha sendiri (Design Graphic, Animasi, teknisi, pembrograman, Editing Video)

F.      LOKASI / TEMPAT USAHA
Pemilihan tempat lokasi atau tempat usaha adalah salah satu elemen penting juga untuk pembangunan usaha Kita.

Oleh : Pak Awiek Hadi Widodo

6/07/2011

ORANG MISKIN ADALAH ORANG YANG TIDAK PUNYA MIMPI, TIDAK BERUSAHA, TIDAK PUNYA IDE, TIDAK BERTINDAK

Masih bingung, kita ambil contoh pengamen, coba  hitung berapa ya hasil pengamen yang sering beroperasi di jalanan. Pendapatan mereka kalau dihitung hitung. Dia setiap harinya dalam satu jam bisa berpindah pindah dari bis satu ke bis yang lainnya sekitar 4 kali, setiap kali ngamen dibis katakan lah estimasinya dapat minimal 4000 rupiah ,jadi dalam satu hari kerja ukuran sekelas pegawai negeri,Rp 4000 x 4 kali x 8 jam x 30 hari = Rp 3.840.000, perbulan. Lumayan untuk sekelas pengamen. Walau pekerjaan ini kurang diminati kebanyakan orang, tapi pengamen ini telah membuktikan bahwa sekecil apapun kemampuan kita asal kita bisa kerjakan dengan serius dan tekun, sabar dan pantang menyerah alhasil, rejeki Alloh tidak kurang akan diberikan kepada kita
Karya karya besar orang sukses pasti diawali dari hal yang kecil, mudah dikerjakan, dan segera bertindak.
Jadi sangat tidak logis, kalau sarjana sarjana lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih banyak yang nganggur, apa mereka kurang ide untuk cari kerja, saran saya tanya pada pengamen ( Insya Alloh akan dapat ide banyak, dan dorongan untuk melangkah kedepan) dan akan dapat pekerjaan banyak.
Jadi tunggu apa lagi jangan Cuma bisa mimpi, let’s go Start…

Modal Dengkul Dan Modal Abab

Saya tidak punya uang untuk memulai usaha. Saya belum memiliki cukup modal untuk berbisnis. Ini yang sering dijadikan alasan oleh orang yang menunda memulai usaha sendiri. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai modal besar datang. Usaha bisa dimulai dengan modal ”dengkul”. Caranya?
  1. Lakukan BIMANTARA (Bisnis Makelar Dan Perantara), Jangan di pikir Perusahaan Hutomo Mandala Putra he he
  2. Ide  : Semua usaha berawal dari sebuah ide yang kemudian dijual. Jadi, asal kita sudah punya ide bisnis yang baik, walaupun belum punya modal, kita bisa menjual ide bisnis kita tersebut untuk kemudian dijadikan uang.
  3. Kemitraan : Jika kita punya keterampilan tapi tidak punya uang, mengapa kita tidak bermitra dengan orang yang punya uang.
  4. Jual Keahlian : Jika kita memiliki keahlian ataupun pengalaman berharga di suatu bidang yang jarang dimiliki orang lain, kita bisa mencoba menjual keahlian dan pengalaman kita tersebut untuk membantu orang lain dalam melakukan bisnis mereka.

    Dari MODAL DENGKUL dan MODAL ABAB diperlukan modal dasar yaitu :
    1. Keberanian. Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan terutama bukanlah uang, tetapi keberanian: keberanian berubah, keberanian untuk disepelekan, keberanian untuk diabaikan, keberanian untuk dihina, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bertindak, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk sukses.
    2. Keyakinan. Yakin bisa, yakin mampu, yakin sukses
    3. Tekun dalam arti tidak mudah menyerah
    4. Mau belajar
    5. Jujur
    6. Berdo'a dan Bersyukur
     Selamat menjadi sosok yang sukses dengan modal dengkul....

    Oleh : Pak Awiek

    6/06/2011

    Tips Menjaga Mata Tetap Sehat Didepan Komputer

    Melakukan berbagai kegiatan di depan komputer, baik untuk bekerja maupun sekadar menikmati hiburan, sering membuat kita lupa waktu. Padahal, terlalu lama menatap layar komputer memiliki efek yang merugikan bagi mata kita.

    Penelitian dari London Hazards Centre menemukan, sekitar 70 persen orang yang bekerja di depan layar komputer selama lebih dari 6 jam per hari mengalami gangguan penglihatan.

    Sementara itu, Berkeley School of Optometry Amerika Serikat melaporkan, sekitar 30 persen anak sekolah di Amerika Serikat mengalami stres pada mata karena terlalu lama menggunakan komputer.

    Tidak ada bukti atau kasus yang menunjukkan bekerja di depan layar komputer akan mengakibatkan kerusakan permanen pada mata. Tapi yang pasti, bekerja terlalu lama tanpa istirahat di depan komputer akan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

    Kenali gejalanya
    Jika Anda harus berkutat dengan layar komputer untuk durasi yang cukup lama dalam satu hari (lebih dari 5 jam), maka waspadai gejala Computer Vision Syndrome (CVS) berikut:

    •    Kelelahan pada mata
    •    Mata kering
    •    Mata gatal atau terasa panas
    •    Sensitif terhadap perubahan cahaya
    •    Pandangan ganda atau berbayang
    •    Kepala pusing

    Sebagai tambahan, mengingat definisi komputer semakin meluas, maka saya memasukkan smartphone, perangkat game seperti PSP dan Nintendo DS, serta tablet PC ke dalam kategori layar komputer karena pengguna perangkat-perangkat tersebut memiliki pola penggunaan yang serupa dengan komputer.

    Kurangi efek CVS
    Kebanyakan masalah gangguan mata akibat layar komputer biasa terjadi saat bekerja, baik di kantor maupun di rumah. Bagi generasi muda, gangguan tersebut dapat terjadi akibat bermain game komputer terlalu lama.

    Untuk mengurangi efeknya, Anda bisa melakukan beberapa hal sebagai berikut:
    • Minum air putih yang cukup selama Anda bekerja. Sekali lagi, air putih. Bukan teh, kopi, atau minuman lain.
    • Hindari tiupan angin pendingin udara langsung ke mata. Sediakan tetes mata untuk melembapkan mata.
    • Istirahatkan mata selama lima menit setiap 30 menit. Anda bisa melatihnya dengan melihat obyek yang jaraknya bervariasi.
    • Aturlah tingkat kecerahan dan kontras pada layar agar tidak terlalu terang dan nyaman di mata.
    • Atur agar layar mengarah pada sudut yang optimal dan jagalah jaraknya supaya tidak terlalu dekat dengan mata.Pastikan pencahayaan yang ada cukup memadai di ruang kerja Anda.
    • Bagi yang sering membaca teks, pastikan ukuran teks cukup besar sehingga mata tidak cepat lelah.
    • Pastikan asupan nutrisi, terutama vitamin A, memadai. Jika kurang, konsumsilah makanan yang kaya akan vitamin A seperti tomat, wortel, dan sebagainya.

    Walaupun penurunan fungsi penglihatan bisa diatasi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak, mata yang sehat dan bebas dari alat bantu jauh lebih baik. Bagi yang susah atau sering lupa mengistirahatkan mata, ingatlah selalu bahwa kesehatan merupakan hal yang amat berharga.
    Setuju kah Kawan?????????

    Sumber : Surat Kawat Yahoo.com

    6/05/2011

    Syi'ir Tanpo Waton ( Gus Dur )

    "Bila nama besar Bung Karno tempoe doeloe –terutama di luar negeri– melebihi Indonesia atau katakanlah Indonesia adalah Bung karno dan Bung Karno adalah Indonesia, ada saatnya nama besar Gus Dur melebihi NU atau katakanlah NU adalah Gus Dur dan Gus Dur adalah NU."( Gus Mus )

    Syi'ir "Tanpo waton" atau yang lebih kita kenal sebagai syair "Gus Dur" ini disusun oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) –Rahimahullah- dua  bulan menjelang beliau wafat. Dari sumber lain juga disebutkan bahwa sebenarnya syair ini di ciptakan oleh Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari (Kakek Gus Dur) yang kemudian di kumandangkan lagi oleh Gus Dur. Isi syair berbahasa jawa ini sarat dengan nilai-nilai spiritual yang sangat patut kita resapi makna dibaliknya.

    Berikut adalah isi syi'ir Gus Dur (Tanpo Waton) :

    ا ستغفرالله رب البرايا # استغفرالله من الخطايا
    رب زدني علما نافعا # و وفقني عملا صالحا
    يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
    عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم

    Ngawiti ingsun nglaras syi'iran # Kelawan muji maring pengeran
    Kang paring rohmat lan kenikmatan # Rino wengine tanpo pitungan

    Rino wengine tanpo pitungan...

    Duh bolo konco priyo wanito # Ojo mung ngaji syare'at bloko
    Gur pinter ndongeng nulis lan moco # Tembe mburine bakal sangsoro

    Tembe mburine bakal sangsoro...

    Akeh kang apal Qur'an Haditse # Seneng ngafirke marang liyane
    Kafire dewe dak digatekke # Yen isih kotor ati akale

    Yen isih kotor ati akale...

    Gampang kabujuk nafsu angkoro # Ing pepaese gebyare donyo
    Iri lan meri sugihe tonggo # Mulo atine peteng lan nisto

    Mulo atine peteng lan nisto...

    Ayo sedulur jo nglaleake # Wajibe ngaji sa'pranatane
    Nggo ngandelake iman tauhide # Baguse sangu mulyo matine

    Baguse sangu mulyo matine...

    Kang aran sholeh bagus atine # Kerono mapan seri ngelmune
    Laku thoriqot lan ma'rifate # Ugo haqiqot manjing rasane

    Ugo haqiqot manjing rasanee...

    Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo # Tanpo tinulis iso diwoco
    Iku wejangan guru waskito # Den tancepake ing jero dodo

    Den tancepake ing jero dodo...

    Kumantil ati lan pikiran # Mrasuk ing badan kabeh jeroan
    Mu'jizat rosul dadi pedoman # Minongko dalan manjinge iman

    Kelawan Alloh kang moho suci # Kudu rangkulan rino lan wengi
    Ditirakati diriyadlohi # Dzikir lan suluk jo nganti lali

    Dzikir lan suluk jo nganti lali...

    Uripe ayem rumongso aman # Dununge roso tondo yen iman
    Sabar narimo nadjan pas-pasan # Kabeh tinakdir saking pengeran

    Kabeh tinakdir saking pengeran...

    Kelawan konco dulur lan tonggo # Kang podo rukun ojo dursilo
    Iku sunnahe rosul kang mulyo # Nabi Muhammad panutan kito

    Nabi Muhammad panutan kito...

    Ayo nglakoni sekabehane # Alloh kang bakal ngangkat drajate
    Senadjan asor toto dzohire # Ananging mulyo maqom drajate

    Ananging mulyo maqom drajate...

    Lamun palastro ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane
    Den gadang Alloh swargo manggone # Utuh mayite ugo ulese

    Utuh mayite ugo ulese...

    يا رسول الله سلام عليك ::: يارفيع الشان و الدرج
    عطفـة ياجيرة العالم ::: يااهيل الجود و الكرم


    Bagi yang tidak Mengerti kata2nya dalam B.Jawa, ini ada terjemahannya dalam B.Indo silahkan Download Disini. Dan bagi Temen-temen yang pengen download videonya silahkan Disini.

    6/04/2011

    30 SANTAPAN JIWA

    Makanan Paling Lezat Bagi Jiwa Adalah Kata-kata Hikmat :
    1.   Tataplah masa depan dengan penuh harapan dan optimisme. Jangan sia-siakan waktu hanya untuk meratapi kepedihan masa lalu, karena penyesalan atas kegagalan masa lalu secara terus-menerus berarti mengulang kegagalan. Mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu untuk bekal masa yang akan datang adalah sebagian dari kemenangan.
    2.   Jangan merasa bahwa derita hanya menimpa kepada diri kita semata, sebab setiap insan pasti memperoleh bagiannya dalam ruang dan bentuk yang beraneka ragam.   
    3.   Masa depan seseorang banyak ditentukan oleh kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai kesulitan sebelumnya. Banyak orang yang siap dan tahan banting dimasa silam hanya untuk persiapan meraih kemenangan pada akhirnya.
    4.   Semakin tinggi kedudukan dan jabatan ataupun semakin banyak harta seseorang akan semakin tinggi dan besar pula badai topan akan menghadang.
    5.   Mereka yang berbahagia adalah mereka yang hari esoknya lebih baik dan lebih cerah dari masa sekarang. Hendaklah menjadi keyakinan bahwa apa yang akan kita panen di masa datang  adalah tergantung dari apa yang kita tanam sekarang.
    6.   Janganlah menginginkan sesuatu diluar kapasitas dan kemampuan diri. Orang yang terlampau banyak keinginan diluar kemampuan dirinya adalah mereka yang secara sengaja memperbanyak beban diri dan menyulitkan diri sendiri.
    7.   Jangan iri  atas sukses orang lain kecuali dalam tiga hal : Pertama, kegiatan mencari ilmu. Kedua, bersidqah atau infak. Ketiga, melaksanakan amal kebajikan.
    8.   Jangan takut miskin karena harta diambil orang, karena Allah maha adil dan maha sayang,  kalau tidak diganti dunia pastilah diperhitungkan di akhirat.
    9.   Barang siapa melakukan kezaliman akan mendapatkan balasan bahkan sebelum kematian datang. Barang siapa memfitnah sebelum ia mati akan mendapat fitnah.
    10. Allah akan selalu menjadi penolong bagi orang yang menolong orang lain. Barang siapa meringankan kesulitan orang lain, maka Allah meringankan kesulitannya.
    11. Tolonglah orang lain maka Allah akan menolong kita. Sayangilah orang lain maka Allah akan menyayangi kita. Maafkan kesalahan orang lain maka Allah akan mengampuni kita.
    12. Apalah artinya sesuatu yang kita miliki kalau tidak dapat menikmati. Lebih baiklah kita menikmati sesuatu (dengan cara yang halal) tanpa memiliki.
    13. Jangan gusar karena orang usil, karena orang usil adalah orang yang kurang pekerjaan, dan apabila kita gusar kerena orang usil berarti kita memperoleh tambahan beban kerja tanpa penghasilan yang berarti kesia-siaan.
    14. Buruk sangka itu derita dan dosa. Orang yang biasa buruk sangka sering menderita karena sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
    15. Pujian itu hanya milik Allah. Orang yang ingin dipuji berarti merampas hak Allah. Banyak orang menderita karena mengharapkan pujian  yang tak kunjung datang.
    16. Manusia lahir tidak membawa kekayaan, demikian pula ketika mati, oleh karenanya harta yang hilang janganlah ditangisi dan menyebabkan kenikmatan hidup menjadi hilang.
    17. Lupa dapat merugikan dan membahayakan, tetapi mudah melupakan penderitaan dan kekecewaan justru merupakan anugerang Allah yang membahagiakan.
    18. Kalau kita jujur dalam introspeksi diri kita akan senyum mentertawakan diri sendiri, sebab kesedihan dan keresahan itu disebabkan oleh ulah kita sendiri.
    19. Kalau kita bertanya tentang persoalan apa yang menyebabkan kita resah gelisah, maka jawabnya pasti urusan dunia dan bukanlah karena urusan akhirat.
    20. Permusuhan itu banyak menyita perasaan. Tidak sempurna iman seseorang kalau bertengkar lebih dari tiga hari tiga malam. Tidak sempurna iman seorang suami/isteri yang kalau bertengkar sampai dimalamkan. Pahlawan besar adalah mereka yang memaafkan dan minta maaf terlebih dahulu.
    21. Berjiwa besar membuat hidup lebih tenang, yaitu dengan cara menjalin silaturahim termasuk kepada yang bermaksud memutuskannya, memafkan orang termasuk  yang menyakiti hati kita, menolong orang lain walaupun orang itu tidak mau menolong kita.
    22. Jangan seseorang terlalu takut berlebihan melakukan kesalahan, karena kesalahan adalah bagian dari kehidupan insan.
    23. Allah tidak memberikan suatu beban kepada hamba-Nya dengan beban yang mereka sendiri tidak kuat memikulnya. Lakukanlah segala titah perintah-Nya sesuai dengan kemampuan yang dianugerahkan-Nya. Ketidakmampuan bukanlah suatu kesalahan sepanjang kita telah berusaha dengan penuh kesungguhan.
    24. Allah itu maha kasih dan maha sayang. Maha adil dan maha penerima taubat. Allah tidak pernah dan tidak akan pernah berlaku zhalim, Allah juga bukan pendendam. Allah senang kepada hamba-hamba-Nya yang tidak putus asa untuk memperoleh rahmat dan inayah-Nya. Allah senang kepada mereka yang senantiasa punya harapan untuk hidup lebih baik di masa yang akan datang.
    25. Harta kekayaan yang pasti menjadi milik kita adalah harta yang sempat kita berikan dengan penuh keiklasan untuk kepentingan agama dan kemanusiaan. Harta itulah yang akan memberikan manfaat yang sebenarnya kepada seseorang setelah peristiwa kematian. Harta yang hilang karena dirampas orang atau hilang karena musibah yang tidak bisa terelakan adalah termasuk sidqah dan kifarat atas dosa dan kesalahan seseorang, sepanjang seseorang yang bersangkutan dapat sabar dan pasrah ke hadirat-Nya. Lakukanlah sesuatu perbuatan dengan penuh keiklasan, kesungguhan dan tanggungjawab, kemudian berserahdiri kepada Allah SWT. Tidak melakukan sesuatu dengan kesungguhan adalah sesuatu kesalahan.
    26. Sedih karena ditinggal wafat seseorang yang dicintai adalah seuatu yang normal sebagai tanda orang yang mempunyai perasaan, tetapi membiarkan kesedihan terus-menerus adalah sikap yang tidak wajar dan dapat menghancurkan kenormalan perasaan.
    27. Silahkan mencintai pasangan hidupmu, ayah, ibu dan anak-anakmu, tapi bersiap-siaplah untuk berpisah dengan mereka. Apakah kita akan meninggalkan mereka atau mereka yang akan meninggalkan kita terlebih dahulu, yang pasti konskuensi kehidupan adalah kematian.
    28. Kalau hari ini kita mengantarkan jenazah teman ke kuburan maka kita harus bersiap-siap bahwa besok atau lusa kitalah  yang akan di antar  ke kuburan oleh teman kita yang lainnya.
    29. Jangan takut mati karena mati pasti terjadi kemanapun kita akan lari. Takutlah akan hidup setelah mati, sebab begitu kita mati maka sebenarnya kita hidup di alam lain untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang kita lakukan di dunia.
    30. Selain harus berani mati , seorang muslim haruslah juga berani hidup.  Minta mati atau berbuat sesuatu yang menyebabkan kematian adalah dilarang.  Bunuh diri adalah perbuatan yang tidak terpuji.   Orang yang bunuh diri sebenarnya bukanlah pemberani tetapi penakut,  bukan orang yang bertanggungjawab tetapi  orang yang ingin lari dari TANGGUNGJAWAB!!! 

    oleh : ^_^

    6/03/2011

    4 PERKARA SEBELUM TIDUR

    Rasulullah Saw. berpesan kepada Aisyah R.a. : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

    >
    1.    Sebelum khatam Al Qur’an,
    2.    Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir,
    3.    Sebelum para muslim meridloi kamu,
    4.    Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....
    >
    >  
    Bertanya Aisyah :
    > “Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara > seketika?”

    >
    > Rasul tersenyum dan bersabda : > “Jika engkau Akan tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau > mengkhatamkan Al Qur’an.

    >
    > Membacalah sholawat untuk-Ku dan para nabi sebelum Aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.

    >
    > Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.

    >
    > Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
    > seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”
     ::::::::::: 

    Semoga kisah ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita bersama.
     Amin....